Halaman Khusus

Baca 6 Tips ini sebelum anda membuat SPT Tahunan

A. SPT Pajak Penghasilan Orang Pribadi
1. Perhatikan pengisian harta
kenaikan harta yang meningkat tajam yang tidak sebanding dengan jumlah penghasilan tentu akan menimbulkan tanda tanya bagi petugas pajak.
Bagaimana cara pengisian harta yang benar, tentu saja harus disesuaikan dengan jumlah penghasilan yang secara nyata diterima, contoh sederhana jika misal tahun 2015 mempunyai penghasilan bersih sebagai karyawan hanya 100 juta, maka jangan sampai menulis kenaikan harta misal tabungan yang tahun lalu 200 juta sekarang menjadi 1 milyar.

2. Punya kredit/hutang dibank
Jika anda punya hutang atau kredit di bank , maka wajib hukumnya ada cantumkan dalam daftar kewajiban/hutang dalam spt tahunan anda, kenapa ? karena data hutang merupakan data yang bersifat publik (bukam rahasia bank).
arti mudahnya jika punya hutang, apalagi nilainya miyaran sudah barang tentu si pemilik hutang ini harus mempunnyai penghasilan yang besar yang bisa untuk menutup angsuran/cicilan tiap bulan.
Hati – Hati jika nama anda digunakan orang lain (misal saudara) untuk meminjam uang, karena dihadapan petugas pajak, andalah yang harus mempertanggungjawabkannya.
misal punya hutang 5 M, angsuran 10 tahun, kok di spt tahunan ditulis penghasilan cuma 50 juta per tahun, kan jelas tidak mungkin logikanya, darimana bisa membayar cicilan/angsuran di bank dengan hanya penghasilan segitu.

3.  Asset CV dibandingkan dengan Harta Direktur
Bagi anda yang berprofesi sebagai pemilik cv/direktur cv hati-hati ketika memasukka harta ke dalam daftar harta anda, jangan mencampur adukkkan asset cv dengan harta anda. CV dan direktur cv adalah dua entitas yang berbeda

4. Suami dan Istri mempunyai NPWP sendiri-sendiri
Penghitungan pajak penghasilan bagi suami istri yang bekerja dan masing-masing mempunyai NPWP akan memberikan efek penghitungan pajak yang lebih besar akibat dari tarif progresif, jadi solusinya lebih baik NPWP istri dihapus dan digabungkan dengan NPWP suami.

B. SPT Tahunan Badan
Fokus SPT Tahunan badan terutama terkait elemen di laporan keuangan

1. Equalisasi Omzet PPh dan PPN

Jika perusahaan anda berstatus PKP (pengusaha kena Pajak) maka perhatikan kembali total omzet PPN anda dengan omzet di laporan keuangan SPT Tahunan,harusnya balance / sama. Jika beda berarti ada yang salah dan menjadi tugas anda untuk melacak transaksi apa yang belum sesuai.

2. Biaya yang tidak boleh dikurangkan

Perhatikan biaya – biaya yang tidak boleh dikurangkan sesuai aturan pajak, cek kembali di pasal 9 UU PPh. Jangan sampai biaya – biaya yang seharusnya tidak boleh di kurangkan tetapi anda kurangkan, bisa-bisa anda akan menerima surat cinta dari KPP agar merevisi stp tahunan anda.

Mungkin anda masih bingung membedakan asset cv dan harta pribadi direktur cv ?
penjelasan singkat seperti ini; ketika pertama kali mendirikan cv, kan ada yang namanya penyertaan modal yang tertulis dalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>