Contoh Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi 2015

Untuk kesempatan kali ini, pajakitumudah.com akan mencoba melakukan pengisian spt tahunan orang pribadi usahawan, untuk kali ini pengisian SPT 1770 untuk wajib pajak yang wajib kena aturan PP 46 tahun 2013 yaitu pajak penghasilannya dihitung 1% dari omzet.

contoh kasus :
Tuan Fulan mempunyai usaha dagang sepatu, karena omzet tahun 2013 masih dibawah 4.8 milyar, maka selama tahun 2014 tuan fulan memenuhi kewajiban pajak penghasilan pasal 4 ayat 2 PPh final atas jumlah penghasilan bruto tertentu (PP 46 tahun 2013), berikut daftar omzet selama setahun.

 

Bulan Jumlah Omzet
Januari 2014 :                                17.800.000
Februari 2014 :                                13.900.000
Maret 2014 :                                14.100.000
April 2014 :                                16.000.000
Mei 2014 :                                18.000.000
Juni 2014 :                                20.000.000
Juli 2014 :                                20.000.000
Agustus 2014 :                                17.000.000
September 2014 :                                14.500.000
Oktober 2014 :                                13.500.000
November 2014 :                                14.500.000
Desember 2014 :                                16.000.000

dengan data harta sebagai berikut :

JENIS HARTA THN PEROLEHAN HARGA PEROLEHAN
SEPEDA MOTOR 2010 15.000.000
SEPEDA MOTOR 2012 16.000.000
RUMAH 2010 226.560.000

Cara pengisian spt tahunan orang pribadi usahawan

Mari kita bantu tuan fulan untuk mengisi spt tahunan 1770 nya , caranya sebagai berikut,
Pertama donwload file excel yang berisi spt tahunan 1770 , dalam file ini sudah sy modifikasi biar lebih mudah mengisinya, buka sheet isian, isikan TAHUN PAJAK, NPWP, NAMA, USAHA, KLU, TGL PEMBUATAN, ALAMAT nanti otomatis semua sheet / data induk dan lampiran sudah terisi data data dari sheet isian ini.

pengisian-spt-tahunan-op-sheet isian
kedua kita isi lampiran di sheet Daftar Pembayaran PP 46-2013, di sheet tersebut kita isikan omzet dan pph pasal 4 ayat 2 sebesar 1 % yang sudah kita bayar tiap bulan.

pengisian-spt-tahunan-op-daftarpembayaranomzet

ketiga setelah ketemu total omzet dan besarnya pph final 4 ayat 2 tersebut , nilainya kita pindahkan ke lampiran III bagian A no 16″PENGHASILAN LAIN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL ”  seperti nampak dalam gambar dibawah ini.pengisian-spt-tahunan-op-lamp3
keempat buka lamp 4 dan isikan harta di situ, jangan lupa mulai tahun pajak 2014 ini ada pengisian kode untuk jenis jenis harta, anda bisa melihat kode kode tersebut pada petunjuk pengisian spt atau anda bisa lihat kode dibawah ini

KODE HARTA URAIAN SINGKAT
011 Uang tunai Uang tunai
012 Tabungan Tabungan
013 Giro Giro
014 Deposito Deposito
019 Kas lainnya Kas lain
021 Piutang Piutang
022 Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Piutang istimewa
029 Piutang lainnya Piutang lain
031 Saham yang dibeli untuk dijual kembali Saham dagang
032 Saham Saham
033 Obligasi perusahaan Obligasi perusahaan
034 Obligasi pemerintah Indonesia Obligasi pemerintah
035 Surat utang lainnya Surat utang lain
036 Reksadana Reksadana
037 Instrumen derivatif (right, warran, kontrak berjangka, opsi, dll) Derivatif
038 Penyertaan modal dalam perusahaan lain yang tidak atas saham (CV dsb.) Investasi nonsaham
039 Investasi lainnya Investasi lain
041 Sepeda Sepeda
042 Sepeda motor Sepeda Motor
043 Mobil Mobil
049 Alat transportasi lainnya Kendaraan lain
051 Logam mulia (emas, platina, dsb.) Logam mulia
052 Batu mulia (intan, berlian, dsb.) Batu mulia
053 Barang-barang seni dan antik Barang Seni/ Antik
054 Kapal pesiar, pesawat terbang, peralatan olah raga khusus Kapal/Pesawat
055 Peralatan elektronik, furnitur Elektronik/Furnitur
059 Harta bergerak lainnya Harta gerak lain
061 Tanah/bangunan untuk tempat tinggal Tanah/bangunan tempat tinggal
062 Tanah/bangunan untuk tempat usaha Tanah/bangunan tempat usaha
063 Tanah/ lahan untuk usaha Tanah/lahan usaha
069 Harta tidak bergerak lainnya harta tak gerak lain

pengisian-spt-tahunan-op-harta
Untuk 1770 induk sepanjang tidak ada penghasilan lain maka isinya nihil, seperti gambar dibawah ini.

pengisian-spt-tahunan-op-indukbagaimana kawan, cukup mudah bukan, jika ada yang kurang jelas bisa ditanyakan di komentar dibawah ini.

Referensi  :

1. file excel spt tahunan op sebagaimana contoh di atas download disini

2. petunjuk pengisian spt tahunan download disini

 

Tags: ,

Related to Contoh Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi 2015

246 comments on “Contoh Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi 2015

  1. Bagaimana dengan wajib pajak yang wajib kena aturan PP 46 tahun 2013 yaitu pajak penghasilannya dihitung 1% dari omzet dan menyelenggarakan pembukuan ?

    • kalau pembukuan diisi di lampiran 1770-1,klo di 1.e masih ada penghasilan netto di koreksi di penyesuaian fiskal negatif (3.a) nantinya di 4 .jumlah bagian A = 0 (nihil).
      di lampiran 1770-III ttp diisi sesuai peredaran usaha dan pajak final 1%nya

  2. sy melakukan pembelian mobil secara kredit yg mana diperuntukan untuk keperluan org tua. dana berasal dari iuran gotong royong seluruh anggota keluarga termasuk anggota keluarga yg ada di luar negeri. hal ini tampaknya mengakibatkan sy mendapat surat dari kantor pajak untuk membayar pajak sesuai kondisi usaha, padahal apa yg sudah sy laporkan sesuai dengan kondisi usaha. mungkin karena kondisi usaha tidak mencerminkan besaran dp dan angsuran. apa yg harus sy jelaskan kepada pihak pajak? bagaimana pengisian spt tahunannya nanti? mohon pencerahan Bang_je.. terimakasih.

    • @bang Punksbay
      Secara rutin Kantor Pelayanan Pajak mendapatkan data – data eksternal dari pihak ke tiga , yang salah satunya mungkin berupa data pembelian mobil , dikarenakan bang Punksbay pernah membali mobil dan kebetulan atas nama anda dan ternyata ketika proses penyandingan data di lakukan di kantor pelayanan pajak memang menunjukkan adanya “ketidakwajaran” antara pembayaran/pelaporan pajak dengan data harta berupa mobil, maka bang Punksbay mendapat surat himbaun untuk menjelaskan perihal tersebut.

      saran saya, silahkan datang ke kantor pelayanan pajak dan menemuai AR anda dan jangan lupa sertakan juga bukti bukti yang memang menguatkan bahwa uang yang anda gunakan untuk membeli mobil tersebut memang nyata – nyata bukan 100 % dari penghasilan anda.

      salam

      • Bang_je, menindaklanjuti pembicaraan sy dgn AR pajak via tlp, sy diminta untuk membuat surat pernyataan disertai dgn penyandang dana untuk pembelian mobil tsb.
        Yang saya tanyakan sekarang apakah mobil tersebut adalah hibah dari org tua kepada sy atau hibah dari anak(penyandang dana) kepada org tua.. mengingat nama sy yg tercantum dlm BPKB nantinya.. dan bagaimana pengisian SPTnya? terimakasih..

  3. bang je…kalau kita sudah pakai yg final 1%…lampiran formulir tentang penggunaan norma dikosongkan atau gimana?

  4. Bang Je, Saya diberi banyak formulir 1770. Jika kasus saya seperti contoh diatas, apakah saya cukup mengisi dan menyerahkan 4 formulir saja? trims

  5. Angka 30.375.000 pada lembar 1770 no.10 yaitu Penghasilan tidak kena pajak,di dapat dari perhitungan mana? Maaf saya masih pemula

    Terima kasih

    • @Herry: Coba menjawab, Wajib pajak dari contoh diatas status adalah menikah, dengan tanggungan 2 anak. Maka menurut PTKP mulai 1 Januari 2013 nilainya adalah 30.375.000.
      Smoga membantu

  6. @bang endy
    saran saya diisi semua , yang tidak ada isian di kasih angka 0 (nol) atau tulis nihil, agar menghindari persangkaan kalo spt belum di isi dengan lengkap.

  7. Bang Je, berarti untuk contoh kasus diatas, maka form 1770-I hal 1 dan hal 2 tidak perlu dilampirkan ya?

    • @bang lim
      saran saya diisi semua , yang tidak ada isian di kasih angka 0 (nol) atau tulis nihil, agar menghindari persangkaan kalo spt belum di isi dengan lengkap.

  8. bang_je
    salam kenal…mau tanya klo asudah pake laporan pp 46…trus apakah masih ada kewajiban PPh Pasal 29…terima kasih maklum pemula bang

    • @bang Deni
      sepanjang tidak ada penghasilan lain maka pph psl 29 akan nihil, tetapi jika mempunyai penghasilan lain diluar usaha yang sudah dikenakan pph final 1% tadi , misal bang deni punya usaha sampingan menjadi makelar , maka atas jasa makelar tadi dikenakan pajak tarif pasal 17.

  9. Pak, ada 2 pertanyaan saya, mohon pencerahan nya pak
    1. jika selain Penghsln dari pp 46 yg dikenakan pph 1%, dan juga ada penghasilan dr jasa makelar yg dalam setahun Rp. 20.000.000, jadi penghsln ini diisi di 1770-I-hal2 di Bagian D-6 ya pak, lalu di pindahkan lg ke induk A-3, stlh itu blh di potong PTKP. benar gt pak?

    2. jika rumah 200M2 yg dibeli di thn 1990 dgn harga perolehan 20juta, lalu di pecah jadi 2 rumah di thn 2014, dan dijual salah satu nya dan (tlh dikenakan pph). gimana cara ngisi hartanya pak, yg skrg jadi 100M2?

    Terima kasih

    • @Ibu charina
      1. kl ada jasa makelar maka masuk ke lampiran 1770-I-hal 2 Bagian B no 3, kemudian di total di jumlah bagian B , dan nilai penghasilan netto nya ( Bagian B Kolom (5) ) di pindahkan ke Formulir Induk 1770 Angka 1 (PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI DARI USAHA DAN/ATAU PEKERJAAN BEBAS ) dikurangi PTKP dst

      2. di lampiran petunjuk pengisian spt tahunan memang tidak disebutkan secara detil untuk semacam kasus2 seperti ibu, hanya memuat kalimat, menurut pendapat sy pribadi , maka tahun perolehan : 1992 , nilai perolehan : 10 juta ( dgn alasan rumah memang secara nyata dimiliki tahun 1992 tetapi dengan nilai perolehan setengah dari harga asal, krn rumah telah dijual sebagian. di kolom keterangan anda bisa menambahkan bahwa rumah ini merupakan rumah yang dipecah).
      tambahan : Dari hasil penjualannya rumah yang 1 tadi berarti menambah kekayaan ibu, bisa masuk ke tabungan ato deposito dll dan juga di tuliskan ke dalam daftar harta)..saran sy kl kurang jelas bisa telpon ke kring pajak 1500200 (pulsa lokal)

      salam

  10. Permisi tanya Pak..

    Untuk Form 1770-I hal 1, utk kasus di atas apakah benar sbb:

    poin 1:
    a. 110.000.000
    b. –
    c. 110.000.000
    d. –
    e. 110.000.000

    poin 3:
    c. 110.000.000
    d. 110.000.000

    poin 4: 0

    sisanya dikosongkan… apa sudah betul Pak?

  11. Abang, kok cara penghitungan yg saya dapatkan dari orang lain beda yah.
    Saya jadi bingung banget.
    Katanya selain yg 1% itu tiap bulan, masih juga dikenakan PPh berdasarkan norma. Misal dlm contoh diatas, selain dikenakan PP final 1% tiap bulan, maka pada SPT tahunan 2015 juga masih ada kena pajak penghasilan berdasarkan penghitungan norma. Dlm contoh diatas, total omzet Jan-Dec = 195.300.000. Maka pada lembaran penghitungan norma masih tetep ada 195.300.000 x norma (misal 30%) = 58.590.000, maka pada lembaran ke 1 form 1770 masih harus ditulis 58.590.000 – PTKP tahun 2014 sebesar xxx = Pajak terutang.
    Tapi saya sadar bahwa seolah2 ini jadi kena 2x, tapi berhubung yg kasih contoh saya ini adalah orang yg biasa hitung2 pajak, jadi saya bingung cara pengisian yg mana yg benar.
    Mohon maaf kalo saya bikin bingung, tapi saya sendiri juga bingung soalnya hehahahaa

    • @bang christianto
      sesuai per 46 tahun 2013 pasal 2 dinyatakan bahwa untuk yang peredaran bruto dibawah 4.8 Milyar dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 1% (pasal 3).

      apa itu pajak bersifat final : bahwa atas penghasilan yang diterima atau diperoleh akan dikenakan PPh dengan tarif tertentu dan dasar pengenaan pajak tertentu pada saat penghasilan tersebut diterima atau diperoleh. PPh yang dikenakan, baik yang dipotong fihak lain maupun yang disetor sendiri, bukan merupakan pembayaran di muka atas PPh terutang tetapi sudah langsung melunasi PPh terutang untuk penghasilan tersebut. Dengan demikian, penghasilan yang dikenakan PPh final ini tidak akan dihitung lagi PPh nya di SPT Tahunan untuk dikenakan tarif umum bersama-sama dengan penghasilan lainnya. Begitu juga, PPh yang sudah dipotong atau dibayar tersebut juga bukan merupakan kredit pajak di SPT Tahunan.

      jadi ringkasnya , kalo suatu penghasilan dikenankan PPh final maka tidak boleh lagi dikenakan tarif PPh lainnya ( misal tarif pph pasal 17).

  12. Pak,

    Sebelumnya terima kasih utk sharing nya, sangat detail dan bermanfaat.

    Mohon pencerahan nya utk satu hal ini ya pak. Di halaman depan 1770, kalau pada tahun-tahun sebelum nya “PTKP” berfungsi mengurangi “Jumlah penghasilan neto”, betul kan Pak?

    Bagaimana dengan tahun pajak 2014 ini, dimana letak fungsi PTKP tsb utk saya yg menggunakan PPH final? Apakah betul di halaman depan cukup saya taruh saja nominal PTKP nya tapi tidak mengurangi kemanapun?

    Terima kasih sudah meluangkan waktu utk menjawab Pak.

    • @pak herdi
      Sepanjang tidak ada penghasilan lain diluar yang sudah dikenakan tarif 1% final tadi, maka di induk akan nihil.

      PTKP memang berfungsi untuk mengurangi penghasilan netto, dalam hal ini penghasilan netto adlah penghasilan diluar penghasilan yang sudah bersifat final..mudahnya kl penghasilan sudah kena pph final maka tidak boleh ditambahakn di form induk, yag final – final ini masuk ke form lampiran 1770-III bagian A

  13. iyaa, saya juga setuju dengan pak Christianto memang kadang perhitungannya juga menurut norma. jadi kok kena pajaknya jadi bnyak ya?. Gimana itu pak terimakasih pencerahannya 😀

    • @mbak nona
      kl memakai norma penghitungan berarti Wajib pajak tersebut tidak wajib pakai pph final 1% dari omzet. bisa jadi karena omzet sudah di atas 4.8 M atau karena memang termasuk yang dikecualikan dari kewajiban PP 46 thn 2013.

      salam :)

  14. Pak,
    Terima kasih byk atas jawaban bpk yg tentunya akan sgt bermanfaat bg kt smua.
    Menyinggung pertanyaan sy yg tlh dijwb oleh bpk, mengenai WP yg disamping punya penghsln yg dikenakan pph final 1%, jg mendpt jasa makelar 20jut (TIDAK RUTIN DLM SETAHUN), nah kalo menurut bpk diisikan ke lampiran 1770-I-hal 2 Bagian B no 3, di kolom NORMA nya gimana pak? blh pake norma 30% lg kah?

    Terima kasih

  15. @mbak charina
    mengacu pada KEP-536/PJ.2/2000 ttg norma pengitungan, untuk makelar/jasa perantara , persentase normanya adalah sbb :
    untuk 10 (sepuluh) ibukota propinsi yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya,Denpasar, Manado, Makassar, dan Pontianak; sebesar 40 %

    sedangkan untuk kota selain 10 kota tersebut tarifnya 35 %

    salam

  16. Artikel nya sangat membantu pak.
    Pak mau tanya untuk pajak 1% ini kode setoran nya berapa dan uraian pembayarannya pasal berapa ? berarti boleh juga langsung setor pajak untuk 12 bulan .

    Kemudian pekerjaan fotografer itu termasuk jasa yang kena pph 1% juga atau norma ?

    Maaf banyak pertanyaan.
    Terimakasih

    • @lin
      Cara pengisian Surat Setoran Pajak (SSP) :
      Kode Akun Pajak diisi 411128
      Kode Jenis Setoran diisi 420
      Uraian Pembayaran diisi “Penghasilan Usaha WP yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu”
      Tahun Pajak diisi tahun pajaknya

      pembayaran pph final pasal 4 ayat 2 1% ini paling lambat tgl 15 bulan berikutnya, keterlambatan pembayaran dikenakan sanksi 2% perbulan , jadi saran saya jangan di bayar di belakang, bisa kena sanksi terlambat bayar.

      sesuai PP no 46 tahun 2013 Yang TIDAK WAJIB PPH FINAL pasal 4(2) 1% adalah sbb :
      Jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas meliputi:
      a. tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara,
      akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris;
      b. pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang
      sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati,
      pemain drama, dan penari;
      c. olahragawan;
      d. penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;
      e. pengarang, peneliti, dan penerjemah;
      f. agen iklan;
      g. pengawas atau pengelola proyek;
      h. perantara;
      i. petugas penjaja barang dagangan;
      J. agen asuransi; dan
      k. distributor perusahaan pemasaran berjenjang (multilevel marketing) atau
      penjualan langsung (direct selling) dan kegiatan sejenis lainnya.

      karena fotografer tidak masuk list di atas maka fotografer wajib kena PPh final pasal 4 ayat 2 sebesar 1% dari omzet sepanjang omzet masih dibawah 4.8 M

      salam :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>